Pages - Menu

Pages

Selasa, 02 Mei 2017

Celoteh Anak Desa


Hari ini katanya Hari Pendidikan Nasional atau yang sering disebut Hardiknas. Bagi kami sekolah adalah tempat kami belajar, bermain dan bertemu banyak teman. Kami juga tidak tau apa yang mendasari Hhardiknas itu, apakah karena memang melihat kami sekolah lalu bapa mereka diatas tapi yang pasti kami juga kurang mengerti. Kami juga sering dengar di Tivi soal Kurikulum tapi kami tidak tau apa itu kurikulum yang kami tau hanyalah belajar di sekolah. Sempat heboh yang lalu K13 tapi sampai sekarang tidak tau bagaimana dan sampai dimana K13 tersebut. Menurut yang kami dengar bahwa Pemerintah maupun Lembaga apa saja banyak yang ahli dibidang Pendidikan, banyak yang sekolahnya juga tinggi-tinggi sampai Profesor. Tapi yang kami rasa di desa seperti ini tidak paham juga apa yang mereka kerjakan, apakah karena mereka terlalu banyak sehingga sampai saat ini Indonesia sudah 71 tahun Merdeka, kurikulum sampai sekarang belum ada yang standar, malah cenderung ganti mentri ganti kurikulum, ganti Presiden ganti Kebijakan yang membuat kami anak sekolah di desa pusing.

Kadang di tengah kesenangan kami saat bermain di sekolah, kami sering mendengar Kartu saktinya Presiden kita Joko Widodo (Jokowi), mereka bilang itu Kartu Indonesia Pura-pura eh Kartu Indonesia Pintar, tapi sampai sekarang seperti belum jelas siapa yang atur pembagiannya. Mungkin sudah mereka atur semua di Jawa sana, tapi ini Indonesia, bukan hanya pulau Jawa saja, kalau hanya perhatikan pulau jawa saja lebih kami di sini pisah saja, masa semua kebijakan harus berdasarkan pulau Jawa?

Masih banyak masalah soal pendidikan di Negara ini, mulai dari yang kecil-kecil maupun dari hal yang paling prinsip. Katankanlah terkait dengan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, apakah mereka juga sudah diperhatikan? Rasa-rasanya juga tidak, apakah hal yang berpengaruh soal kualitas pendidikan kita? Tidak tau. Yang kami senang ketika mereka tidak ada di sekolah, waktu kami untuk bermain puas, bisa bermain gambar, gasing, kaneker, tangkap belalang dan masih banyak lagi permainan kami.

Sebenarnya dari Struktur Pemerintahan kita sudah cukup sebenarnya untuk mengatur kebijakan pendidikan kami, ada pemerintah pusat sampai dibawah pusat, ada juga DPR kita. Tapi tidak tau apa yang mereka buat sehingga kadang kami di desa belum merasakn apa itu pendidikan yang sebenarnya, apakah mereka peduli dengan kami saat kampanye saja ko??? Kembali kami juga tidak tau.

#SELAMATHARDIKNAS
#ANAKDESA
#SEKOLAH

Minggu, 27 Maret 2016

Bertahanlah Kawan

Kita pernah bercanda soal luka yang pernah ada, luka yang hanya sebagian kecil hinggap di ibu jari kaki kiriku. Ingatkah kau kawan saat kita bergurau
ria dengan mata silet ketika aku lakukan operasi sendiri pada luka sendiri? Ingatkah kau kawan soal musik yang kau putar sekedar mengganggu atau menghiburku? Ingatkah kau kawan soal ukuran rasa sakit menurut ukuranku sendiri? Ingatkah kau kawan dikala ukuran sakit yang ku bilang bahwa sudah lewat lima centi meter di atas kepala? Itulah sepenggal cerita yang telah kita lewati bersama kawan.

Lalu bagaimana hari ini kawan? Jujur aku tidak sanggup kawan melihat fotomu saja aku sudah tidak bisa, apalagi melihatmu lebih dekat kawan, sungguh aku tidak bisa. Meskipun saya memberanikan diri bersihkan lukamu, kawan air mataku telah memberontak keluar melihatmu menanggung rasa sakit itu kawan.
Apalagi mendengarmu merintih kawan, membayangkan rasa sakit yang kau tanggung sungguh membuatku harus keluar dari ruangan tempatmu terbaring menghindari gelombang air mata ini.

Kawan.... bertahanlah kawan, bertahanlah hingga kau lewati perih yang menyabek kepalamu, bertahanlah hingga rasa sakit itu bosan menyiksamu. Karena yang menciptakanmu tidak akan meninggalkanmu. Daingu kapipi karaha nanggau nama Wulu kau.

RSU WAIKABUBAK, 23/03/2016 

Rabu, 09 Maret 2016

Dalam Rangka HPI, KP dan Mahasiswa Gelar Long March

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI), Komisi Perempuan Oikumene dan Mahasiswa-mahasiswi STT GKS di Lewa menggelar Long March dari Lapangan Umbu Rihi Eti Prailiu hingga Taman Kota Waingapu,Sumba Timur NTT. (09/03/2016)

seperti terpantau kegiatan tersebut dilakukan dengan Orasi, Tarian dan Teatrikal. Dalam orasi mereka menyuarakan anti kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, begitu pula isu-isu yang diangkat dalam Teatrikal. Maraknya kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang sangat memprihatinkan terutama di Sumba menjadi alasan untuk disuarakan dalam rangka HPI yang dirayakan saban tahun itu.

Salah peserta aksi, Yustiwati Angu Bima yang juga Mahasiswi STT GKS mengatakan bahwa aksi ini merupakan seruan moral untuk semua masyarakat agar  menghentikan semua bentuk kekerasan terhadap Perempuan dan anak. " aksi merupakan bentuk keprihatinan kami dalam melihat realitas yang ada bahwa masih marak terjadi kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, dan juga masih ada diskriminasi dalam budaya" tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Navsari Marumata mengatakan bahwa aksi ini dalam rangka HPI dan Hari Doa Sedunia. " kegiatan ini dalam rangka HPI, tapi dasarnya Hari Doa Sedunia yang Liturgi Ibadahnya di susun oleh Negara Kuba yang bertema Menyambut Anak-anak menyambut Aku, sehingga aksi ini terbagi dalam tiga kegiatan yaitu Pelayanan Kasih yanh sudah dilakukan kemarin, Long March dan Ibadah Oikumene bsok" paparnya. Lanjut Navsari, dalam Long March tersebut, isu-isu yang disuarakan masih berkaitan dengan anti kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang marak terjadi di Sumba.

Jumat, 25 Desember 2015

Pada Suatu Masa : menyambut Dia

Pada Suatu Masa
Ketika hanya ada riuh angin
mengajak rumput Savana bergoyang
mengikuti tiupan angin

Pada Suatu Masa
sunyi menyambut orang orang kampung
dalam kesunyian untuk merasakan kedamaian hakiki

Pada Suatu Masa
tak ada gemuruh kembang api
hanya ada gemuruh guntur yang menggelar
dan sambaran halilintar

Pada Suatu Masa
menyambut Sang Bayi Mungil
pembawa Damai dan Menebus Dosa


Perumnas, 25122015

Sabtu, 25 April 2015

Kekuatan Pilihan

Kehidupan adalah soal pilihan, dan
setiap pilihan yang Anda buat akan
berpengaruh besar terhadap diri Anda
sendiri.        
Pekerjaan apa yang Anda pilih? Dengan
siapa Anda menikah? Di mana Anda
tinggal? Apa yang Anda lakukan hari
ini? Tetapi satu pilihan yang paling
penting adalah akan menjadi siapa
Anda?

Jumat, 24 April 2015

LAGI BERTUALANG KE "SURGA TANA MARAPU"





Mimpi untuk mengunjungi sebuah “surga” pada tanah “Marapu” memang sejak lama, menunggu waktu memberikan kelonggoran saya ke sana sangat saya dambakan, Sampai pada akhirnya saya berkesempatan menggunjungi salah satu pantai di Sumba timur yang dulu saya impikan. Pantai Mondu Lambi namanya, mendengar namanya yang unik dan seperti pinggiran sungai yang lembek begitulah arti harafiah dari nama itu, tapi tentunya tidak “seseram” namanya karena pantai itu sangat menakjubkan.

Minggu, 12 April 2015

MIMPI MENGAPAI BINTANG



Matahari pagi di ufuk timur, tersenyum manis menyapa indahnya semesta alam ini. Ku termenung sendiri dalam keheningan pagi yang indah itu. Ada sejuta tanya yang berkecamuk dalam jiwa ini, yang tak dapat ku jelaskan dengan akal sehat ku sendiri.
Aku masih termenung melihat sang surya penuh makna, berkecamuk dengan gejolak jiwa ku sendiri yang aku pun tak mengerti. Aku tersentak dalam lamunan yang panjang dan tersadarkan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi itu.
Aku tersadar bahwa ada seorang gadis manis yang selalu mengisi lamunanku, seorang gadis yang penuh senyum dalam setiap hayalku. Gadis yang menyapaku dengan senyumnya di setiap aku membukakan mata pada pagi hari dan tersenyum pada malam hari di saat aku merebahkan diri di peraduan. Dia bagaikan energi terbarukan yang hadir dalam hidupku, yang meberikan kekuatan yang baru untuk ku terus melangkah dan berkarya.
Aku tak tau apa yang mengelumuti perasaanku ini, tapi yang aku rasakan adalah ada kebahagian tersendiri ketika aku bersamanya, ada sesuatu yang membuatku tak dapat ku ukirkan dengan kata-kata karena semuanya tak terukirkan dengan kata yang indah. Tanggal 10 s/d 12 April mungkin adalah hari yang sangat istimewa bagiku di bulan April, aku bisa melihatnya tertawa dan bercanda ria walaupun hanya sebatas memandangnya. Terkadang ketika bersamanya aku tak mampu untuk berkata-kata, lidahku bagaikan ditutup oleh sejuta semut sehingga aku tak dapat berkata-kata. Saat yang indah itu sangatlah terlalu cepat bagiku, waktu seakan berlari menjauh meninggalkan-ku bahkan waktu tak ingin bertelorasi sedikitpun. Tak ada tawar mewar dengannya karena dia (waktu) tak dapat dikendalikan sebab dia berjalan sesuai dengan perintah sang Esa.
Ketika malam telah tiba, aku disapa oleh rembulan malam di malam itu, dia bertanya padaku
“apa yang sedang kau lakukan disini”??,
 “kenapa kau ingin berteman dengan sepimu”??
“tak adakah yang dapat kau lakukan hai lelaki malang”??
Aku coba berdalil dengan sang rembulan malam,,
“aku sedang menatap kebesaran Tuhan, menatap kebesaran Tuhan berteman dengan keramaian Bintang malam, tuk mencoba mengerti kebesaran sang Esa”
Aku coba berbohong pada sang rembulan malam, namun semuanya sia-sia dan sang rembulan berkata;
“berhentilah berbohong hai anak muda, kau tak punya nurani untuk membohongiku. Matamu tak bisa berbohong, kau seolah menutup sesuatu yang terukir didalam bola matamu. Kau membiarkan semuanya ditelan oleh sang waktu dan kau tak mau berjuang demi dia”
Aku mulai berdalil lagi dengan sang rembulan,,
“aku tak menyembunyikan sesuatu, aku hanya memikirkan sesuatu yang mungkin tak mungkin ku miliki”
Aku pun beranjak dan berjalan menujuh pembaringan untuk membaringkan tubuh yang lelah ini dan berharap aku dapat MENGAPAI BINTANG walaupun hanya didalam MIMPI.